Searching for the final destiny

Life has different meaning towards different person and I am no exception. I am what I am. No one can understand me better than myself and my dear God, Allah s.w.t. I always know that the life here is only for a while. And the final destination is certain. As long as I live here for Him, insyaAllah anything that come to my way would be easier.

So often it hurts us that we are not able to focus in our prayers. Remember, the more you focus on Allah outside your salah, the easier it will be to focus on Him inside your salah. What occupies you in salah, is what occupies you outside of salah. Try to fill your mind and heart with Allah as much as you can throughout your day. Talk to Him, make duaa to Him constantly. This will build your personal relationship with Him. Then, going to salah will be like coming home to an old friend.

(Source: yaboysami, via pedusi)

Sakit itu sebahagian nikmat. Ia mengingatkan pada mati. Ia mengingatkan pada nikmat sihat. Lebih dari itu, ia mengingatkan pada Allah yang Maha Penyembuh.

Kadang-kadang, sakit sekejap kita boleh kata ‘sabar, Allah uji.’ Tapi bila dah berlarutan, berpanjangan, tukar-tukar ubat pun tak menjadi, kita ‘hilang sabar’.

Boleh jadi, Allah panjangkan tempoh sakit supaya masa untuk ingat padaNya lebih lama. Boleh jadi, Allah rindu kita meminta dariNya kesembuhan dari kesakitan. Dalam masa sama, itu silibus ‘merendah diri, bertawakkal’ dari Allah.

Ingat kisah Nabi Ayub yang menderita sakit sehingga yang tinggal sihat cuma lidah dan hatinya saja? Ingat jawapan Nabi Ayub bila ditanya mengapa baginda tidak berdoa meminta sihat sedangkan baginda seorang Nabi yang makbul doanya?

Jawab baginda:
“Aku malu untuk berdoa pada Allah kerana aku baru ditimpa sakit selama dua tahun sedangkan Allah memberi aku sihat selama enam puluh tahun.”

Dan kita sebagai hamba sepatutnya malu juga untuk merungut dan ‘hilang sabar’ sedangkan Allah dah beri nikmat sihat sekian lama. Tak terhitung juga nikmat lain yang ada.

Ini pesan yang lemah buat diri dan semua. Wallahu a’lam.

Sesungguhnya Allah SWT, malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hatta semut di sarangnya dan ikan di lautan berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.

—(Hadis riwayat Imam Al-Tirmizi)  (via matah-ary)

(via bintbbk)

Perasaan takut membuat keputusan, bimbang dengan masa depan, rasa tidak bersedia untuk memikul tanggungjawab adalah mainan syaitan dan berpunca daripada jiwa yang lemah serta tiada matlamat hidup. Betulkan aqidah bahawa takdir sudah ditetapkan Allah, buat keputusan yang memanfaatkan akhirat, tawakal dan melangkah ke depan dengan bersangka baik pada Allah !

—Ustaz Emran (via ikansinggang-sambalbelacan)

(via pedusi)

muslimagnet:

“Don’t live a life full of regrets. Work a little harder, be patient a little longer, give a little more and do it now. Give it all you’ve got and don’t leave any room for future regrets”
- Abdulbary Yahya -

musliMagnet tumblr | @musliMagnet | Facebook

muslimagnet:

“Don’t live a life full of regrets. Work a little harder, be patient a little longer, give a little more and do it now. Give it all you’ve got and don’t leave any room for future regrets”

- Abdulbary Yahya -

musliMagnet tumblr | @musliMagnet Facebook

When you realize
Something somewhere somehow
Is just wrong

Without any reason
And your heart is not at peace
And your mind feels a mess

Blame not on others
But rather
Check your Ibadah towards Him
Check your relationship with Him

For might be you have get diverted from Him
That you feels attach to this Dunya
And detach from His Mercy

Blame not on anything
But rather
Make the effort to return back to Him

For only by returning back to Him
Will your heart feels the tranquility

*Self reflection*

Time to check self-Mutabaah amal ;’)

—(via hijabiz)

(via pedusi)

khadimulquran:

Sesungguhnya Allah s.w.t. menyembunyikan empat perkara dalam empat keadaan:

khadimulquran:

Sesungguhnya Allah s.w.t. menyembunyikan empat perkara dalam empat keadaan:

Understand my silence. Only then you will appreciate my words.